<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1800916636126436335</id><updated>2012-02-11T04:20:50.072-08:00</updated><category term='mobile'/><category term='paranoid'/><category term='media sosial'/><category term='web'/><category term='Review'/><category term='pemasaran'/><category term='mtv lokal'/><category term='tulisan'/><category term='engage'/><category term='green marketing'/><category term='Forum'/><category term='green'/><category term='copy'/><category term='menengah'/><category term='The Marketeers'/><category term='aplikasi'/><category term='2.0'/><category term='alasan'/><category term='internet'/><category term='realtime'/><category term='musik'/><category term='klasik'/><category term='fashion app'/><category term='social media'/><category term='usaha'/><category term='mikro'/><category term='new wave marketing'/><category term='Event'/><category term='mailling list'/><category term='ide'/><category term='kecil'/><title type='text'>social media - marketing - idea</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://socialnomic.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1800916636126436335/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://socialnomic.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>wikupedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06147549856382053573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_e2tzPJc2PAM/SrMqtTI2yaI/AAAAAAAAAQE/ZL6pnc_inn0/S220/wikubaskoro%40yahoo.co.id_c6150fde.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1800916636126436335.post-7590886699118941630</id><published>2012-02-11T04:19:00.000-08:00</published><updated>2012-02-11T04:20:50.101-08:00</updated><title type='text'>haruskah akun media di twitter berinteraksi dengan followernya?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-_PesH8K0U9U/TzZcL2k_UXI/AAAAAAAAAqw/4Cmshuwxnyo/s1600/Screen+shot+2012-02-11+at+7.15.05+PM.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="215" src="http://3.bp.blogspot.com/-_PesH8K0U9U/TzZcL2k_UXI/AAAAAAAAAqw/4Cmshuwxnyo/s320/Screen+shot+2012-02-11+at+7.15.05+PM.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="p1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;tadi pagi pertanyaan di atas muncul di kepala saya. jawaban singkat saya atas pertanyaan di atas adalah tidak.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;kenapa?&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;pertama, saya pikir akun media itu bersifat satu arah, mengabarkan apa yang ada di media mereka, yang biasanya berupa situs. twitter menjadi salah satu channel dalam penyebaran berita. dengan tujuan untuk mengembalikan traffic ke situs media yang bersangkutan kembali.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;kalau pun dua arah, saya pikir akun media hanya menerima laporan, saran atau kritik dari follower mereka, tanpa harus menjawabnya secara rinci. atau menjelaskan secara panjang lebar. jika ingin menjelaskan tidak perlu sampai berkepanjangan. bisa dilajutkan ke private message atau via email.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;pengecualian adalah bagi media yang memang membutuhkan asupan konten dari pembaca mereka atau akun yang memang diperuntukkan sebagai sarana bagi pembaca media untuk melaporkan atau memberi tip informasi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;lalu bagaimana dengan tren penggunaan internet yang 2.0? bukankah harusnya interaksi yang terjalin?&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;saya berpikir, jika media ingin berinteraksi tempatnya bukan di twitter, tetapi di kolom komentar dari media tersebut, dalam hal ini kolom komentar di artikel terkait.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;ketika diskusi atau unsur 2.0 harus ada, semua sebaiknya diarahkan ke situs kembali, baik berupa traffic atau time on site.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;saya berpendapat, twitter hanya sebagai channel tambahan, twitter dan akunnya bukan tujuan dari konten media, semua dikembalikan lagi ke situs mereka.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;tentu lain halnya jika media tidak memiliki situs atau memang menyebarkan beritanya hanya dari akun twitter. untuk yang terakhir ini saya tidak setuju. karena twitter berkarakter timeline, yang bisa dipandang sebagai aliran yang jalan terus menerus. menyebarkan berita hanya lewat twitter tanpa ada satu tempat yang mewadahi semuanya, sama saja membebani pembaca.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;twitter sebaiknya dipandang bukan sebagai rumah, tetapi jalan menuju rumah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;itu pendapat saya, bagaimana dengan Anda?&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1800916636126436335-7590886699118941630?l=socialnomic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://socialnomic.blogspot.com/feeds/7590886699118941630/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://socialnomic.blogspot.com/2012/02/haruskah-akun-media-di-twitter.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1800916636126436335/posts/default/7590886699118941630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1800916636126436335/posts/default/7590886699118941630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://socialnomic.blogspot.com/2012/02/haruskah-akun-media-di-twitter.html' title='haruskah akun media di twitter berinteraksi dengan followernya?'/><author><name>wikupedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06147549856382053573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_e2tzPJc2PAM/SrMqtTI2yaI/AAAAAAAAAQE/ZL6pnc_inn0/S220/wikubaskoro%40yahoo.co.id_c6150fde.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-_PesH8K0U9U/TzZcL2k_UXI/AAAAAAAAAqw/4Cmshuwxnyo/s72-c/Screen+shot+2012-02-11+at+7.15.05+PM.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1800916636126436335.post-5970622966184506250</id><published>2011-09-11T07:28:00.000-07:00</published><updated>2011-09-11T07:28:05.406-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ide'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fashion app'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aplikasi'/><title type='text'>Ide aplikasi #1 - fashion app</title><content type='html'>Ini adalah seri pertama dari tema tulisan yang saya rencanakan untuk dituliskan secara rutin di blog ini. Biasanya saya menuliskan tentang media sosial atau tentang pemasaran yang menarik bagi saya. Beberapa tulisan juga mengambil tema pemasaran yang diperuntukkan bagi usaha mikro - kecil menengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, untuk ide pertama saya harus jelaskan lebih dahulu di awal bahwa ide aplikasi ini mungkin sudah ada di market berbagai OS. Saya belum sempat melakukan penelitian menyeluruh atau sekedar melakukan cek di app store, jadi saya putuskan untuk menuliskan saja di blog ini, kalau ada yang tahu tentang aplikasi sejenis, Anda bisa memberi tahu saya atau mari kita diskusikan pada kolom komentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide adalah tentang aplikasi yang berhubungan dengan fashion. Ide ini muncul dari teman dekat saya yang menanyakan pada saya dan meminta untuk memberi usul tentang pakaian apa yang harus ia pakai keesokan harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini saya berpikir bahwa akan menyenangkan jika kita bisa memfoto koleksi baju kita, disimpan dalam aplikasi di ponsel (saya berpikir iPhone atau iPod) lalu kita bisa mencocokkan berbagai kombinasi baju sebelum menentukan pilihan akan memakai baju yang mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi misalnya kita lagi di jalan dan ingat besok akan ada acara, kita bisa mengecek koleksi baju kita, mencocokkannya dan menentukan pilihan. Nanti ketika kita sudah sampai di rumah, kita bisa langsung menyiapkan baju yang kita pilih, setelah itu kita bisa kembali mengecek di aplikasi ponsel dan mencentang jadwal pakaian tersebut telah selesai dilewati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berpikir aplikasi ini semacam gabungan antara GTD dengan aplikasi sharing foto namun untuk private. Kita bisa membuat data baju yang kita pakai, merencanakan baju apa yang akan kita pakai setelah itu mencentang rencana pakaian yang telah kita pilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada perkembangannya aplikasi ini juga bisa ditambahkan fasilitas untuk sharing bersama teman-teman yang mereka pilih, atau mungkin juga ke jejaring sosial yang telah ada. Namun tentunya masalah yang diutamakan adalah tentang privasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide fashion app ini baru sampai di sini, mungkin nanti bisa ditambahkan ketika saya mendapatkan ide tambahan, atau bagi mereka yang ingin mengembangkan aplikasi ini, saya persilahkan untuk menggunakan ide ini bagi aplikasi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: Ide yang ada di blog dapat Anda gunakan atau kembangkan, saya membebaskannya karena alasan bahwa bagi saya ide lebih baik dikembangkan, oleh siapapun, dari pada ide ini terus ada dikepala saya namun tidak dikembangkan. Ada kemugkinan juga ide ini dimiliki oleh orang lain atau mungkin telah ada aplikasinya, jadi sebaiknya tetap melakukan riset.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1800916636126436335-5970622966184506250?l=socialnomic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://socialnomic.blogspot.com/feeds/5970622966184506250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://socialnomic.blogspot.com/2011/09/ide-aplikasi-1-fashion-app.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1800916636126436335/posts/default/5970622966184506250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1800916636126436335/posts/default/5970622966184506250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://socialnomic.blogspot.com/2011/09/ide-aplikasi-1-fashion-app.html' title='Ide aplikasi #1 - fashion app'/><author><name>wikupedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06147549856382053573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_e2tzPJc2PAM/SrMqtTI2yaI/AAAAAAAAAQE/ZL6pnc_inn0/S220/wikubaskoro%40yahoo.co.id_c6150fde.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1800916636126436335.post-2707580700420145415</id><published>2010-10-27T05:20:00.000-07:00</published><updated>2010-10-27T05:27:55.248-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Marketeers'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Event'/><title type='text'>Event Review: The Marketeers Dinner Seminar Bandung</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_e2tzPJc2PAM/TMgR9CCMPTI/AAAAAAAAAlQ/Mm5wM3acEak/s1600/21102010725.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/_e2tzPJc2PAM/TMgR9CCMPTI/AAAAAAAAAlQ/Mm5wM3acEak/s320/21102010725.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Anda mungkin pernah mendengar tentang istilah Netizen, isitilah yang kini banyak ditemukan diberbagai ariikel maupun di berbagai &lt;i&gt;channel social media&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan kesempatan menjadi salah satu undangan di acara The Marketeers Dinner Seminar, di Hotel Hilton Bandung. Acara tersebut merupakan bagian dari acara yang kerap diadakan oleh The Marketeers, majalah yang bebahas berbagai info di dunia marketing yang dikelola oleh Hermawan Kartajaya, salah seorang pakar &lt;i&gt;marketing&lt;/i&gt; dengan MarkPlus-nya.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Acara ini merupakan rangkaian dari pengenalan atas paradigma baru dari &lt;i&gt;new wave marketing&lt;/i&gt; yang terdiri dari 3 fokus utama yaitu Youth, Women, dan Netizen. Sebelumnya saya juga pernah menghadiri acara makan siang dimana pak Hermawan mengundang berbagai praktisi serta tokoh dari berbagai bidang di kota Bandung untuk memperkenalkan paradigma ini.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Selain itu, acara ini juga menjadi ajang pengenalan dari temuan riset yang dilakukan MarkPlus Insight tentang aspirasi dan perilaku anak muda (golongan AB) di kota besar tentang penggunaan internet mereka.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_e2tzPJc2PAM/TMgSSAQOAVI/AAAAAAAAAlU/ESq-sAnf46g/s1600/21102010729.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/_e2tzPJc2PAM/TMgSSAQOAVI/AAAAAAAAAlU/ESq-sAnf46g/s320/21102010729.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;&lt;i&gt;Event&lt;/i&gt; kali ini dihadiri cukup banyak peserta, mulai dari mahasiswa, kalangan profesional, pebisnis, praktisi dan para komunitas &lt;i&gt;online&lt;/i&gt;, beberapa diantaranya saya kenali seperti komunitas Batagor, serta Kaskus.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Acara dimulai dengan makan malam, yang kemudian dilanjutkan dengen presentasi dari pak Hermawan Kertajaya tentang Netizen. Pak Hermawan kembali menjelaskan tentang Youth dan pentingnya merek ‘tua’ atau merek yang telah bertahan lebih dari beberapa generasi untuk terus mengembangkan aktivitas mereka dengan melibatkan anak muda, baik dari pengenalan &lt;i&gt;behaviou&lt;/i&gt;r-nya maupun dari pola pikir pelaksanaan strategi pemasaran dari pemilik merek.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Untuk terus menjadi relevan, merek harus melakukan proses &lt;i&gt;rejuvenate&lt;/i&gt;, jika tidak mereka akan dilibas oleh perkembangan jaman, disanalah pola pikir ‘Youth’ diperlukan.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Setelah itu penjelasan tentang Women yang merupakan elemen yang harus diperhatikan dalam paradigma New Wave. Fokus pada pendekatan yang ‘women’ salah satunya dikarenakan, perempuan atau ibu adalah pengambilan keputusan dalam pembelian produk. Perempuan memiliki peran penting dalam memilh produk mana yang dibeli, baik bagi pria atau keluarga.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Perempuan memutuskan pembelian produk berdasarkan kepentingan bersama (baca: keluarga), produk yang dibeli selalu dipikirkan kegunaannya untuk anggota keluarga lain, misalnya sabun mandi, perempuan akan membelikan anggota keluarganya, termasuk melihat apakah sabun itu cocok dan aman bagi anggota keluarga lain, (contoh dikembangkan oleh penulis).&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Perempuan menjadi fokus penting bagi para pemasar, dikarenakan perbedaannya dalam melakukan pengambilan keputusan pembelian, misalnya dibandingkan dengan pria, yang membeli barang untuk diri sendiri. Maka, jika produk perusahaan ingin dibeli oleh konsumen, maka harus memperhatikan konsumen perempuan.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Akhirnya, pak Hermawan masuk ke pembahasan selanjutnya yaitu Netizen. Netizen menjadi penting untuk dipelajari oleh para pemasar karena mereka berbicara dengan hati, jika citizen berbicara dengan mind, maka para netizen akan berbicara, &lt;i&gt;tweeting&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;facebooking&lt;/i&gt; dengan menggunakan hati mereka, apa yang mereka suka akan mereka sebarkan ke &lt;i&gt;follower&lt;/i&gt; mereka, dituliskan di blog dan dituliskan pada kolom &lt;i&gt;updates&lt;/i&gt; status mereka di Facebook.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Banyak sekali bahasan tentang Netizen pada The Marketeers Dinner Seminar kali ini, saya juga berencananya akan menulis beberapa blog &lt;i&gt;post&lt;/i&gt; tentang tema ini, pada tulisan kali ini saya hanya akan membahas beberapa poin penting, dan beberapa diantaranya bisa dilihat ada foto.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_e2tzPJc2PAM/TMgSlRgnqOI/AAAAAAAAAlY/fi52apWBvbs/s1600/21102010733.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/_e2tzPJc2PAM/TMgSlRgnqOI/AAAAAAAAAlY/fi52apWBvbs/s320/21102010733.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Selain berbicara dengan hati Netizen menjadi penting karena kegiatan mereka, perilaku mereka dalam menggunakan internet sudah mendekati angka 24 jam sehari. Perilaku Netizen ini juga berbeda dengan Citizen, cara mereka berkomunikasi sangat horisontal, karena internet menjadikan semuanya serba horisontal, salah satu medium yang membuat hubungan antara orang menjadi horisontal adalah Twitter, dimana kita bisa langsung berkomunikasi dengan siapa saja, bahkan belum pernah bertatap muka juga tidak mengapa, cukup &lt;i&gt;follow&lt;/i&gt;, sah hi, kemudian saling berkontak.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Pak Hermawan juga menjelaskan, meski horisontal bisa memberikan dampak positif, banyak juga dampa negatif dari medium yang membuat semua serba horisontal ini, karena media sosial, terutama Twitter merupakan barang baru, maka publik kadang tidak mengerti mana yang menjadi ranah publik mana yang termasuk wilayah pribadi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Hal ini akan berpengaruh pada para pemasar yang ingin masuk ke dunia para Netizen ini, para &lt;i&gt;brand manager&lt;/i&gt; yang bukan atau tidak mengetahui bagaaimana para Netizen ini berperilaku bisa kerepotan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Berikut beberapa poin penting tentang bagaimana para merketer bisa memahami para Netizen:&lt;/div&gt;&lt;ul class="ul1"&gt;&lt;li class="li1"&gt;Jangan anggap Netizen itu anak-anak nganggur, mereka berpengaruh sangat relevan atas kehidupan &lt;i&gt;brand.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul class="ul1"&gt;&lt;li class="li1"&gt;Hukum intenernet beda dengan &lt;i&gt;legacy marketing&lt;/i&gt; yang vertikal, semua pemilik brand harus tahu cara dalam memasuki dunia internet dengan para Netizen sebagai penduduk ‘negara’ internet.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul class="ul1"&gt;&lt;li class="li1"&gt;Cara yang digunakan harus seusai dengan kultur yang dimilki Netizen.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul class="ul1"&gt;&lt;li class="li1"&gt;Salah cara malah bisa babak belur, kerena komunikasi yang terjadi sangat horisontal dan langsung.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul class="ul1"&gt;&lt;li class="li1"&gt;Dunia baru ini diisi oleh Netizen yang memang menjadi generasi &lt;i&gt;digital native.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul class="ul1"&gt;&lt;li class="li1"&gt;&lt;i&gt;Legacy marketing is brain decisio&lt;/i&gt;n, &lt;i&gt;Netizen era is emotional decision.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul class="ul1"&gt;&lt;li class="li1"&gt;Netizen itu jujur, malah karang terkadang terlalu jujur, jadi kadang-kadang tidak terbendung, apa saja langsung mereka katakan di internet, tidak pake topeng.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;Untuk penjelasan tentang apa itu Netizen, Pak Hermawan merujuk pada &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Michael_Hauben"&gt;Michael Hauben&lt;/a&gt;, yang mempopulerkan intilah ini untuk merujuk pada para penduduk yang hidupnya di internet dan punya berbagai kekhususan sendiri dari perilaku mereka.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_e2tzPJc2PAM/TMgTNw38gRI/AAAAAAAAAlc/Am78iPZgVkc/s1600/21102010741.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="http://2.bp.blogspot.com/_e2tzPJc2PAM/TMgTNw38gRI/AAAAAAAAAlc/Am78iPZgVkc/s640/21102010741.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Akhirnya Pak Hermawan memperlihatkan beberapa &lt;i&gt;screenshot&lt;/i&gt; dari tabel hasil riset MarkPlus. Pada awalnya saya pribadi merasa sangsi dengan hasil riset ini, karena hanya mengambil 1500 responden dari berbagai kota, yang menurut saya masih terlalu sedikit, namun ternyata riset ini dilakukan dengan dua metode: riset primer menggunakan dua pendekatan, yaitu pendekatan kualitatif melalui &lt;i&gt;focus groups&lt;/i&gt; &lt;i&gt;discussion&lt;/i&gt; sebanyak 4 grup yang terdiri dari anak sekolah SMA, anak kuliah dan baru kerja, pegiat dan &lt;i&gt;influencer social media&lt;/i&gt;, serta pengguna &lt;i&gt;e-commerce&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Sedangkan pendekatan kedua menggunakan riset kuantitatif melalui survei terhadap 1.500 responden dari 8 kota besar Indonesia, Medan, Palembang, Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, dan Makassar.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Beberapa hasil riset tersebut antara lain:&lt;/div&gt;&lt;ul class="ul1"&gt;&lt;li class="li1"&gt;1 dari 3 keluarga urban punya koneksi internet.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul class="ul1"&gt;&lt;li class="li1"&gt;8 dari 10 mengakses internet dari ponsel.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul class="ul1"&gt;&lt;li class="li1"&gt;200 ponsel beredar di indonesia.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul class="ul1"&gt;&lt;li class="li1"&gt;9 dari 10 pengguna internet indonesia menggunakan Facebook dan 1 dari 5 menggunakan Twitter.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_e2tzPJc2PAM/TMgUf7lsAyI/AAAAAAAAAlg/4jQ4SArnwKY/s1600/21102010748.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="http://2.bp.blogspot.com/_e2tzPJc2PAM/TMgUf7lsAyI/AAAAAAAAAlg/4jQ4SArnwKY/s640/21102010748.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Akhirnya, dari riset tersebut menyimpulan bahwa ada 9 tipe pengguna internet di indonesia yaitu, NetTerrorist, NetPublisher, NetAdvocate, NetStriver, NetWorker, NetJunkie, NetAvoider, NetCrawler, NetRookie.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Acara The Marketeers Dinner Seminar ditutup dengan pemberian semacam piagam kepada beberapa pihak yang aktif menggunakan internet yaitu para Netizen dari Bandung, ada banyak yang mendapatkan piagam tersebut, beberapa diantaranya Kaskus, komunitas Batagor dan beberapa orang lain termasuk &lt;i&gt;blogger&lt;/i&gt; yaitu Fikri Rasyid dan saya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div class="p2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="p1"&gt;Beberapa hal lain yang belum di tulis di &lt;i&gt;post&lt;/i&gt; ini akan saya bahas di tulisan yang berikutnya, terutama tentang temuan riset dari MarkPlus, yang sumber tambahannya saya dapatkan dari majalah Marketeers, edisi November 2010.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1800916636126436335-2707580700420145415?l=socialnomic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://socialnomic.blogspot.com/feeds/2707580700420145415/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://socialnomic.blogspot.com/2010/10/event-review-marketeers-dinner-seminar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1800916636126436335/posts/default/2707580700420145415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1800916636126436335/posts/default/2707580700420145415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://socialnomic.blogspot.com/2010/10/event-review-marketeers-dinner-seminar.html' title='Event Review: The Marketeers Dinner Seminar Bandung'/><author><name>wikupedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06147549856382053573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_e2tzPJc2PAM/SrMqtTI2yaI/AAAAAAAAAQE/ZL6pnc_inn0/S220/wikubaskoro%40yahoo.co.id_c6150fde.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_e2tzPJc2PAM/TMgR9CCMPTI/AAAAAAAAAlQ/Mm5wM3acEak/s72-c/21102010725.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1800916636126436335.post-2704462287066439865</id><published>2010-10-07T03:18:00.000-07:00</published><updated>2010-10-07T03:18:40.212-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Forum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='internet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mailling list'/><title type='text'>Kenapa Bentuk Forum Sukses di Indonesia</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_e2tzPJc2PAM/TK2cv8PVXJI/AAAAAAAAAko/uCEi1HxNOz0/s1600/Screen+shot+2010-10-07+at+5.06.51+PM.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_e2tzPJc2PAM/TK2cv8PVXJI/AAAAAAAAAko/uCEi1HxNOz0/s200/Screen+shot+2010-10-07+at+5.06.51+PM.png" width="120" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span id="internal-source-marker_0.4347073994576931" style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-style: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt;Berbagai bentuk media sosial 'kuno' seperti forum ternyata masih berjaya di Indonesia, bahkan beberapa layanan sejakn jaman &lt;/span&gt;&lt;span id="internal-source-marker_0.4347073994576931" style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;i&gt;web 2.0&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="internal-source-marker_0.4347073994576931" style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-style: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt; juga masih tetap mengadopsi bentuk seperti ini. Salah satu alasan yang bisa didapatkan adalah karena peminatnya yang tetap banyak dan interaksi yang terjadi di media sosial ‘kuno’ ini yang cukup intens. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-style: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-style: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt;Lalu mengapa bentuk forum, &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;i&gt;mailling list&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-style: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt; dan berbagai sosisl media dengan sistem &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;i&gt;user generated content&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-style: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt; masih berjaya di tingkat lokal dan masih bisa menyedot pengguna yang cukup banyak?. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-style: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-style: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt;Kalau melihat buku Yuswohady, yang berjudul, Crowd, terbitan Gramedia tahun 2008, setidaknya ada beberapa unsur dari forum yang bisa membuatnya menjadi salah satu bentuk klasik sosial media yang masih bertahan sampai sekarang, beberapa unsur tersebut antara lain adalah interaksi, tempat mencurahkan aspirasi dan ekspresi, dan membantu orang lain. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-style: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-style: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt;Orang Indonesia, meski kini sering dikategorikan tidak ramah, namun pada dasarnya memang orang yang senang gotong-royong dan saling berbagi, oleh karenanya mereka senang berinteraksi satu sama lain. Di dalam forum, kegiatan tukar pendapat, obrolan, serta interaksi antar anggotanya sangatlah intens dan berlangsung terus menerus. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-style: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-style: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt;Entah itu proses saling kritik, saling puji atau saling berdebat, kesemuanya menghasilkan interaksi di dalam forum, yang biasanya berlangsung seru, apalagi jika didukung oleh sebuah topik memang diminati oleh angota forum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-style: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-style: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt;Karena orang Indonesia suka mengobrol dan mencurahkan pendapatnya, maka orang Indonesia bisa dikategorikan sebagai masyarakat yang senang mencurahkan aspirasi, mengeluarkan pendapat, ngomel, ngedumel, berkeluh kesah atau memberi pujian berlebih dan semua kegiatan mencurahkan aspirasi ini ternyata bisa ditampung oleh forum, mailling list serta layanan berbasis &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;i&gt;user generated content&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-style: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-style: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-style: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt;Orang Indonesia yang cerewet dan suka berbicara ini numplek jadi satu dan saling berinteraksi di forum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-style: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-style: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt;Satu lagi karakter orang Indonesia adalah mereka suka menolong. Kalau dulu kita terkenal suka menolong di dunia nyata, mungkin kini semuanya bergeser di dunia maya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-style: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-style: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt;Kalau tidak percaya Anda bisa bergabung dengan forum atau mailling list yang memang bertujuan untuk berbagai ilmu atau mengembangkan aplikasi tertentu. Sekali Anda berkenalan dan bertanya disana, jangan kaget kalau tiba-tiba Anda akan punya teman baru yang bersedia membantu Anda untuk memberikan saran, memberikan tutorial untuk aplikasi tertentu atau sekedar memberi ide. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-style: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-style: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt;Di forum proses tolong menolong ini bisa lebih intens, karena selain ditempat ‘terbuka’, Anda juga bisa menigirimkan pesan pribadi pada anggota lain dan bisa membangun percakapan yang lebih private serta berkelanjutan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-style: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-style: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt;Karakter pengguna Indonesia memang unik, penetrasi perangkat bergerak membuat peluang yang sangat besar bagi bergagai hal yang memungkinkan dihantarkan oleh medium bernama internet, jika dulu televisi berjaya, hari ini dan beberapa waktu kedepan, internet yang akan berjaya dan masuk dalam hati dan pikiran konsumen. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-style: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-style: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt;Dengan medium internet, forum, &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;i&gt;mailling list &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-style: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt;serta layanan &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;i&gt;user generated content&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-style: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt; akan memberi saluran bagi berbagai jenis karakter pengguna internet untuk bisa tumplek dalam sebuah tempat khusus, dimana semua orang diterima secara sama serta memungkinkan untuk saling berinteraksi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-style: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-style: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt;Ini juga menjawab berbagai keraguan bahwa meskipun bentuk forum dan &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;i&gt;mailling list&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-style: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt; sudah merupakan bentuk klasik dari perkembangan sosial media, namun untuk kasus Indonesia, bentuk seperti ini masih bisa bertahan beberapa tahun kedepan sebelum digantikan dengan bentuk yang lebih baru atau masih dalam bentuk lama namun mendapatkan penyegaran fitur yang sesuai dengan perkembangan internet masa kini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-style: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-style: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="background-color: transparent; color: black; font-family: Arial; font-size: 11pt; font-style: normal; font-weight: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"&gt;Sumber gambar diambil dari &lt;a href="http://www.mcw.edu/FileLibrary/User/meradjen/30739_forum_2c1.jpg"&gt;MCW&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1800916636126436335-2704462287066439865?l=socialnomic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://socialnomic.blogspot.com/feeds/2704462287066439865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://socialnomic.blogspot.com/2010/10/kenapa-bentuk-forum-sukses-di-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1800916636126436335/posts/default/2704462287066439865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1800916636126436335/posts/default/2704462287066439865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://socialnomic.blogspot.com/2010/10/kenapa-bentuk-forum-sukses-di-indonesia.html' title='Kenapa Bentuk Forum Sukses di Indonesia'/><author><name>wikupedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06147549856382053573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_e2tzPJc2PAM/SrMqtTI2yaI/AAAAAAAAAQE/ZL6pnc_inn0/S220/wikubaskoro%40yahoo.co.id_c6150fde.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_e2tzPJc2PAM/TK2cv8PVXJI/AAAAAAAAAko/uCEi1HxNOz0/s72-c/Screen+shot+2010-10-07+at+5.06.51+PM.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1800916636126436335.post-6367277174553411237</id><published>2010-09-24T04:50:00.000-07:00</published><updated>2010-09-24T04:54:26.812-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2.0'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='media sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='copy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tulisan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='internet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='green marketing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='web'/><title type='text'>3 Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Menulis Untuk Web</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_e2tzPJc2PAM/TJyNHsVIvcI/AAAAAAAAAkk/nLgst3XNGt4/s1600/Screen+shot+2010-09-24+at+6.34.52+PM.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="214" src="http://4.bp.blogspot.com/_e2tzPJc2PAM/TJyNHsVIvcI/AAAAAAAAAkk/nLgst3XNGt4/s320/Screen+shot+2010-09-24+at+6.34.52+PM.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dalam bukunya, How to Write Great Copy for The Web, Donna Spencer menuliskan setidaknya ada tiga kegunaan/fungsi tulisan untuk &lt;i&gt;web&lt;/i&gt;, tiga fungsi itu antara lain adalah untuk memberikan informasi dan membangun portofolio merek serta kegunaan yang satu lagi adalah untuk mengajak atau membujuk pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga kegunaan ini bisa dimaknai sebagai tugas dari seorang penulis &lt;i&gt;web&lt;/i&gt; atau mereka yang menyusun dan membuat konten yang akan ditampilkan atau dituliskan pada sebuah &lt;i&gt;web&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kegunaan yang pertama&lt;/b&gt; memberi pengertian bahwa teks atau tulisan atau konten yang ada dan disusun di &lt;i&gt;web&lt;/i&gt; itu berfungsi untuk memberi informasi, apakah itu informasi atas layanan, produk atau jasa yang ditawarkan oleh pemilik situs atau pun informasi tentang kegiatan yang dilakuakan perusahan atau pribadi yang memiliki &lt;i&gt;web&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi yang diberikan haruslah jelas dan tidak membingungkan, selain itu harus juga mengarahkan pembaca pada tujuan dari si pembuat atau pemilik situs, apakah itu untuk membeli sebuah barang atau untuk menggunakan jasa dan layanan dari pemilik situs atau hanya sekedar memberikan informasi yang terperinci tentang sebuah program atau kegiatan yang dijalankan sipemilik situs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sedangkan kegunaan tulisan/konten di &lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;web&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt; untuk membangun portofolio&lt;/b&gt; memberi pengertian bahwa adakalaya pemilik situs, misalnya sebauh merek minuman mineral tertentu, mambuat &lt;i&gt;web&lt;/i&gt; bukan untuk tujuan penjualan melainkan untuk membangun &lt;i&gt;bran&lt;/i&gt;d awareness atau membina kedekatan antara konsumen dan merek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi &lt;i&gt;web copy&lt;/i&gt; seperti ini tentunya bisa jadi lebih rumit, karena &lt;i&gt;brand&lt;/i&gt; memiliki tujuan, &lt;i&gt;value&lt;/i&gt; atau nilai tertentu yang harus bisa disampaikan dengan tidak rumit dan bertele-tele karena dalam sebuah tampilan &lt;i&gt;web&lt;/i&gt; yang tidak mempunyai ruang untuk teks yang terlalu banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi &lt;i&gt;web copy&lt;/i&gt; untuk membangn merek bukan hanya berkaitan dengan produk tertentu, melainkan juga bisa perseorangan, misalnya pembicara seminar atau &lt;i&gt;coach&lt;/i&gt; untuk bidang menajeman. Pendekatan yang harus dilakukan tetaplah sama, tepat sasaran, tidak bertele-tele namun memberi kejelasan atas apa yang ditawarkan dan ingin diberikan oleh si empunya situs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sedangkan kegunaan tulisa/konten di &lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;web&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt; yang ketiga&lt;/b&gt; adalah untuk mengajak atau membujuk. Fungsi &lt;i&gt;web copy&lt;/i&gt; seperti ini biasanya dimiliki oleh situs yang bertujuan untuk menjual barang atau jasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan dan konten yang ada di &lt;i&gt;web&lt;/i&gt; harus bisa secara halus dan tidak memaksa namun efektif dalam membujuk dan mengajak pengunjung atau pembaca dan membua mereka tertarik kemudian membeli produk atau layanan yang ditawarkan pada &lt;i&gt;web&lt;/i&gt; tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses mengajak pada teks untuk &lt;i&gt;web&lt;/i&gt; juga tidak tertutup hanya pada penjualan yang bertujuan untuk penjualan saja, tujuan lain yang bisa dicapai adalah misalnya arahan pada situs untuk mengikuti &lt;i&gt;mailling list &lt;/i&gt;dan mendapatkan &lt;i&gt;newsletter &lt;/i&gt;tertentu atau meng-&lt;i&gt;add&lt;/i&gt; akun pemilik situs di Facebook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun fungsi atau sasaran atau tujuan dari penulis situs, kesemuanya harus disandarkan pada efektifitas, baik itu pemilihan kata, panjang pendeknya konten serta yang berhubungan dengan pembaca itu sendiri, pola baca di internet tentu sangat jauh berbeda dengan pola baca pada medium cetak, untuk itu perlu dipelajari juga bagaimana mata manusia melakukan pola baca di internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun diatas itu semua, pemilihan kata dalam tulisan yang bisa menjelaskan maksud dengan baik ada selalu ada pada posisi teratas yang harus diperhatikan oleh penulis konten atau tulisan di situs/&lt;i&gt;web copy&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber gambar: &lt;a href="http://www.freelanceadvisor.co.uk/wp-content/uploads/2008/10/write-web-copy-your-customers-will-love-reading1.jpg"&gt;FreelanceAdvisor&lt;/a&gt;. Bahan tulisan diolah dari: Donna Spencer, How to Write Great Copy for The Web, Rockable Press 2010.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1800916636126436335-6367277174553411237?l=socialnomic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://socialnomic.blogspot.com/feeds/6367277174553411237/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://socialnomic.blogspot.com/2010/09/3-hal-yang-harus-diperhatikan-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1800916636126436335/posts/default/6367277174553411237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1800916636126436335/posts/default/6367277174553411237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://socialnomic.blogspot.com/2010/09/3-hal-yang-harus-diperhatikan-dalam.html' title='3 Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Menulis Untuk Web'/><author><name>wikupedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06147549856382053573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_e2tzPJc2PAM/SrMqtTI2yaI/AAAAAAAAAQE/ZL6pnc_inn0/S220/wikubaskoro%40yahoo.co.id_c6150fde.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_e2tzPJc2PAM/TJyNHsVIvcI/AAAAAAAAAkk/nLgst3XNGt4/s72-c/Screen+shot+2010-09-24+at+6.34.52+PM.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1800916636126436335.post-1152097970436160562</id><published>2010-03-19T01:42:00.000-07:00</published><updated>2010-03-19T01:42:02.964-07:00</updated><title type='text'>Twitter dan Kekuatan Promosi Social Media</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_e2tzPJc2PAM/S6M34bS-RQI/AAAAAAAAAVM/6U4Du7QE6M8/s1600-h/twitter-bird.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_e2tzPJc2PAM/S6M34bS-RQI/AAAAAAAAAVM/6U4Du7QE6M8/s320/twitter-bird.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Social media telah memberikan banyak dampak positif, terutama di negara besar yang tingkat literasi internetnya sudah sangat maju, tapi bahkan di negara maju seperti US pun, social media masih sering dipandang sebelah mata dan selalu dibandingkan dengan cara-cara media konvensional.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Termasuk dalam cara berpromosi, social media masih kalah pamor dibanding dengan cara berpromosi konvensional yang kebanyakan menggunakan media off line bukan on line. Tapi para pelaku dan promoter serta fans social media terus mengembangkan diri dan terus melakukann perbaikan serta monitoring pada berbagai aktivitas soccial media yang juga turut memberikan andil perbaikan terhadap cara penggunaan social media.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Di Indonesia, penggunaan social media sudah mulai menemukan pijakkannya, meski masih jauh kalau mau dibilang mapan. Social media masih jadi pilihan ke 3 atau ke 4 setelah pilihan media-media konvensional dilaksanakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Hal ini memang sangat wajar, bukan hanya karena pertumbuhan pengguna internet yang jika dibandingkan dengan jumlah keseluruhan penduduk indonesia masih sangat sedikit, hanya sekitar 10% lebih, ini dikarenakan memang user atau konsumen yang menjadi sasaran social media masih banyak yang belum "ngeh" dengan fenomena internet.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Tapi seiring waktu bergulir, serta kemajuan teknologi yang terus berkembang, salah satunya dengan pertumbuhan pengguna ponsel yang notabene kini sangat lekat dengan internet, sebagai salah satu fitur yang 'harus' ada di semua ponsel, tingkat literasi serta pemahaman user akan internet akan semakin bertambah.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Kini user sudah mulai menganggap wajar aplikasi yang di donwload lewat internet, game yang terkoneksi ke internet serta berbagai proses yang menggunakan internet sebagai medium dalam penyampaiannya. Memang internet tidak hanya bisa dipandang sebagai medium saja, internet adalah produk itu sendiri dan sumber itu sendiri, tapi minimal untuk negara berkembang yang trend internetnya masih belum sangat signifikan, saya rasa itu sudah cukup.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Salah satu aplikasi yang menjadi trend dan mencuri perhatian publik adalah Twitter. Aplikasi yang sering di sebut sebagai microblogging ini mencuri banyak perhatian masyarakat Indonesia, bukan hanya banyak kasus populer yang melibatkan Twitter sebagai mediumnya, tetapi pertumbuhan pengguna Twitter dari Indonesia pun semakin banyak, bahkan menjadi salah satu yang terbanyak di dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Oleh karenanya Twitter sebagai media promosi adalah relevan. Di aplikasi Twitter ini si pemilik akun dimungkinkan untuk mempunyai follower atau pengikut yang tidak terbatas, artinya audience yang bisa dibangun sangatlah besar. Keterikatan dalam network following dan follower juga membuat proses promosi menjadi dimudahkan, karena orang tidak akan tertarik untuk menjadi follower akun tertentu tanpa mengetahui terlebih dahulu siapa dan apa yang dilakukan oleh user tersebut, yang artinya penyampaian pesan dalam proses promosi akan melewati halangan pertama yang berhubungan dengan interest user.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Salah satu program promosi yang bagi saya menarik adalah program yang dijalankan oleh Coca-Cola beberapa waktu. Jika anda sering menonton televisi tentu anda pernah melihat slogan baru Coca-Cola dengan tagl line 'Buka Semangat Baru' slogan ini kemudian dikembangkan oleh Coca-Cola dari medium konvensional yaitu televisi dan tentu saja print ad ke medium social media lewat Twitter.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Melalui Twitter para influencer atau pemilik akun di Twitter yang (mungkin saja di sewa oleh perusahaan untuk melakukan promo) memunculkan hastag (#) salah satu istilah di Twitter untuk menandakan atau sebagai pengelompokkan tweet dan mulai menyebarkan tag line ini di jagad Twitter lengkap dengan segala hal yang berbau buka semangat baru. Dan berhubung kata semangat baru itu mengandung makna positif. tidak sedikit user yang tertariik dengan hastag ini dan kemudian menyebarkannya lagi lewat akun pribadi mereka. Proses viral pun berlangsung yang menjadi blend dengan promo Coca-Cola di televisi, print ad, banner, poster.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Proses hibrida antara off line promotion dan on line promotion berjalan smooth dan saling melengkapi.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Program ini mirip program soft promo konvensional dimana perusahaan tidak secara gamblang mengatakan bahwa program mereka adalah program promosi tapi semuanya dikemas menjadi sebuah program social media. Unik dan bagi saya Coca-Cola sekali lagi membuktikan bahwa mereka adalah perusahaan global, besar tapi tetap paham trend apa yang sedang in di dunia termasuk trend internet dan berbagai kegiatan di dalamnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Satu lagi contoh kasus yang menurut saya cukup baik dalam memanfaatkan Twitter sebagai media promosi adalah promotor kawakan Adrie Subono. Adri yang merupakan bos JavA Musikindo yang merupakan salah satu promotor paling rajin memboyong band-band anak muda yang sedang hip ke Indonesia, menggunakan Twitter sebagai sarana pengumuan serta perkembangan yang berhubungan dengan konser serta artis yang akan didatangkan oleh Java.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Bahkan kini jika ada user Twitter yang gemar atas band tertentu lalu menginginkan band itu datang ke Indonesia untuk mengadakan konser, para user ini membentuk semacam petisi Twitter menggunakan hastag dan menyampaikannya ke akun Twitter Adrie dengan sebuah tujuan sebagai ide bagi Java untuk melihat siapa saja band yang mungkin didatangkan ke Indonesia, dan jika dukungan ini meluas dan melibatkan banyak user maka bukan tidak mungkin band itu akan didatangkan oleh Java Musikindo.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Twitter menjadi jembatan dua kelompok yang memang sudah seharunya saling membutuhkan, Java sebagai prmotor tentu harus mempunyai data dan medium untuk berkomunikasi pada calon penonton mereka dan user pun butuh medium dalam menyampaikan keinginan mereka serta mendapatkan berbagai informasi berkenaan dengan acara konser band kegemaran meraka.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Di sinilah peran social media mendapatkan tipping point-nya, ketika ROI atau tingkat pengembalian modal atas social media sering dipertanyaakan dan sering dibandingkan dengan media promosi konvensional, maka hasil-hasil feedback user seperti contoh di atas bisa menjawab keraguan mereka yang masih memandang social media sebelah mata.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Social media memang masih butuh waktu untuk beradaptasi dengan market di Indonesia, bukan hanya faktor teknologi atau kemampuan perusahaan menggunakan medium ini tetapi fokus utama juga terdapat di user itu sendiri. Ketika user belum paham tentang medium baru bernama social media ini tentu akan sulit bagi perusahaan sebesar apapun dalam menjalankan social media sebagai ujung tombak dalam berkomunikasi dengan konsumen.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Tapi, trend penggunaan social media bertumbuh terus dan sudah seharusnya perusahaan mulai mendalami dan menganalisis sampai sejauh mana social media bisa membantu perusahaan dalam melakukan engagement dengan konsumen.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Jadi kini waktu yang tepat untuk mulai mempelajari social media, selamat belajar.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Sumber gambar:&amp;nbsp;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: green; font-family: arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;a href="http://www.teacherspodcast.org/"&gt;teacherspodcast&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1800916636126436335-1152097970436160562?l=socialnomic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://socialnomic.blogspot.com/feeds/1152097970436160562/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://socialnomic.blogspot.com/2010/03/twitter-dan-kekuatan-promosi-social.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1800916636126436335/posts/default/1152097970436160562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1800916636126436335/posts/default/1152097970436160562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://socialnomic.blogspot.com/2010/03/twitter-dan-kekuatan-promosi-social.html' title='Twitter dan Kekuatan Promosi Social Media'/><author><name>wikupedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06147549856382053573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_e2tzPJc2PAM/SrMqtTI2yaI/AAAAAAAAAQE/ZL6pnc_inn0/S220/wikubaskoro%40yahoo.co.id_c6150fde.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_e2tzPJc2PAM/S6M34bS-RQI/AAAAAAAAAVM/6U4Du7QE6M8/s72-c/twitter-bird.png' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1800916636126436335.post-1326309844827214196</id><published>2009-12-10T23:21:00.001-08:00</published><updated>2009-12-15T05:22:47.862-08:00</updated><title type='text'>Fokus Pada Pelangan -pelajaran dari Google-</title><content type='html'>&lt;p&gt;Sangat banyak sebenarnya pelajaran yang bisa didapatkan dari perusahaan dot-com yang satu ini, banyak juga inspirasi yang bisa direnungkan untuk ide dalam menjalankan bisnis yang bisa diperoleh dari perusahaan milik Sergey Brin dan Larry Page ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya coba memecah beberapa pelajaran yang bisa direnungkan yang saya baca dari buku Kisah Sukses Google karya David A. Vise serta beberapa artikel yang saya baca tentang perusahaan yang inspiratif ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Google bukan hanya perusahaan yang selamat dari gelembung dot-com pada tahun 2000. Google juga bukan hanya menjadi perusahaan yang menyelamatkan para pekerja di Silicon Valley ketika gelembung itu pecah dan banyak perusahan memberhentikan pegawainya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Google berada diatas itu semua, perusahaan yang sangat inovatif luar dalam ini menyimpan berbagai resep yang menjadikannya salah satu perusahaan idaman bagi para pekerja di seluruh dunia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah satu resep itu adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;‘menghargai pelanggan’&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Google sangat memegang prinsip menghargai pelanggan yang adalah user mesin pencari mereka, dan mereka menjalankan prinsip ini sampai kesumsum tulang para pendirinya, Google Guys, bahkan sejak perusahaan itu belum menjadi perusahaan sekalipun, Sergey dan Larry sangat tidak ingin apa yang ia kerjakan dan ia bangun hanya menjadi mesin pencari uang saja, tetapi menjadi perusahaan yang berguna bagi banyak orang adalah lebih penting di atas segalanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tampilan situs yang bersih dan tanpa iklan adalah buah dari keteguhan para pendiri Google dari godaan iklan yang mengganggu. secara logika tampilan situs Google yang sederhana itu dibuat agar proses loading pertama kali ketika situs itu dibuka bisa berjalan lancar dan tanpa hambatan yang berarti, namun di balik itu semua, para pendiri Google berusaha menghargai para penggunanya dengan tidak menempatkan berbagai link serta iklan di halaman utama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada masanya, strategi ini merupakan sebuah terobosan, karena banyak persuahaan dot-com dibuat untuk mencari iklan, tapi para pendiri Google dengan keteguhan pada prisip segalanya bagi para pengguna tetap mempertahankan tampilan sederhana ini. kini kesederhaanan adalah sebuah frasa utama yang telah menjadi jurus dasar dalam membuat aplikasi, terutama bagi situs-situs yang berhubungan langsung dengan crowdsource.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pelanggan adalah segalanya bagi Google, menyediakan sebuah situs pencarian yang melebihi para kompetitornya tanpa memikirkan dari mana mereka mendapatkan uang adalah pijakan dasar yang kini membuahkan hasil, para pengguna Google adalah para pengguna fanatik yang terus menggunakan Google untuk segala keperluan mereka di internet.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Iklan dalam situs Google dikemas sedemikian rupa sehingga tidak merusak atau menganggu fungsi utama situs mereka, yaitu pencarian. Iklan ditempatkan dengan garis pemisah tidak kasat mata yang membuat para pelanggan tepat fokus ketika mereka melakukan pencarian, atas konsep ini, para pengguna Google terus bertambah, dan bertambah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Googling kini menjadi padanan kata untuk mecari sesuatu, keteguhan para Google Guys dalam memfokuskan bisnis mereka pada kegunaan produk untuk pelanggan telah menghasilkan perusahaan yang paling ditakuti karena tumbuh begitu besar dan cepat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keberhasilan Google Guys bisa dirangkum dalam dua kata : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;'menghargai pelanggan'&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1800916636126436335-1326309844827214196?l=socialnomic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://socialnomic.blogspot.com/feeds/1326309844827214196/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://socialnomic.blogspot.com/2009/12/fokus-pada-pelangan-pelajaran-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1800916636126436335/posts/default/1326309844827214196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1800916636126436335/posts/default/1326309844827214196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://socialnomic.blogspot.com/2009/12/fokus-pada-pelangan-pelajaran-dari.html' title='Fokus Pada Pelangan -pelajaran dari Google-'/><author><name>wikupedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06147549856382053573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_e2tzPJc2PAM/SrMqtTI2yaI/AAAAAAAAAQE/ZL6pnc_inn0/S220/wikubaskoro%40yahoo.co.id_c6150fde.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1800916636126436335.post-1973465867605386422</id><published>2009-12-10T22:53:00.000-08:00</published><updated>2009-12-10T22:59:19.294-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='new wave marketing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='green marketing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='green'/><title type='text'>Green Marketing</title><content type='html'>&lt;p&gt;Suatu ketika saya merasa agak janggal melihat iklan sebuah perusahaan tertentu, sebuah perusahaan yang tidak langsung berhubungan dengan masalah lingkungan, misalnya seperti bank dan perusahaan pembiayaan kredit menggunkan kampanye green marketing. Merasa agak janggal karena seperti tidak ada hubungannya antara perusahaan dengan kampanye marketing yang dilakukannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Tapi, saya kemudian mendapatkan sebuah bahasan menarik dari majalah Marketing 09/IX/September 2009 tentang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;green marketing&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Green marketing&lt;/span&gt; adalah salah satu tema strategi marketing yang ternyata bisa diterapkan di lintas bidang perusahaan, tidak melulu harus perusahaan yang bersinggungan langsung dengan dunia hijau atau produk-produk hijau. Bank ,dan lembaga pembiayaan kredit pun ternyata bisa menggunakan strategi kampanye ini untuk menarik minat audience.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Bagaimana caranya?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Saya ambil sebuah contoh bank BNI yang mereapkan strategi go green ala BNI (majalah Marketing 09/ix/September 2009) dengan KPR griya hijau BNI, yakni KPR bagi perumahan yang mengusung tema green dalam konsep pembangunannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Pada prinsipnya kampanye &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;green marketing&lt;/span&gt; adalah kampanye menyeluruh, jadi dalam prakteknya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;green marketing&lt;/span&gt; merupakan kampanye jangka panjang, bisa untuk membangun brand bisa juga untuk membangun kesetiaan konsumen. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Green marketing&lt;/span&gt; bukan berbarti hanya sebatas kegiatan perusahaan mengeluarkan produk yang ramah lingkungan saja, tapi sebagai sebuah proses yang menyeluruh, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;green marketing&lt;/span&gt; juga harus dijalankan secara total.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Strategi marketing ini bukan hanya ditujukan bagi konsumen tapi juga bagi karyawan internal, dimulai dari atasan, yang mulai membangun pola pikir green, misalnya memnggunakan kertas lebih hemat, menggunakan kertas secara bolak-balik untuk keperluan kertas sehari-hari, dan mulai memilah sampah di dalam perusahaan sampai dengan berhemat listrik.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Sedangkan kampanye keluar atau kampanye ke konsumen bisa menggunakan strategi seperti, penggunaa kemasan yang ramah lingkungan, menjalankan program-program green, seperti menaman pohon sampai program mendaur ulang kemasan, atau bisa juga terinsipirasi pada perusahaan Body Shop yang memang memasukkan jiwa green campaign-nya secara menyeluruh dan kuat sekali, sehingga melekat pada, tidak hanya brand tapi keseluruhan praktik perusahaan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Sedangkan IBM menjelaskan ada 7 pilar dalam mengusahakan TI yang ramah lingkungan (Businessweek 29-30 September – 7 Oktober 2009) yaitu: strategi perusahaan, manusia/SDM, informasi/pengelolaah data, produk, teknologi informasi, properti/bangunan kantor, operasional perusahaan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Masih banyak lagi yang bisa dilakukan dan dikembangkan dalam mengusahakan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;green marketing&lt;/span&gt;, dan strategi ini tidak melulu milik perusahaan besar, perusahaan skala mikro dan kecil pun bisa turut berperan dan menjalankan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;green marketing&lt;/span&gt; ini, yang penting adalah kesesuaian dengan positioning perusahaan dan kejelian mengembangkan strategi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;green marketing&lt;/span&gt; yang terarah dan sustainable.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Salam pemasaran hijau!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1800916636126436335-1973465867605386422?l=socialnomic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://socialnomic.blogspot.com/feeds/1973465867605386422/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://socialnomic.blogspot.com/2009/12/green-marketing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1800916636126436335/posts/default/1973465867605386422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1800916636126436335/posts/default/1973465867605386422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://socialnomic.blogspot.com/2009/12/green-marketing.html' title='Green Marketing'/><author><name>wikupedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06147549856382053573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_e2tzPJc2PAM/SrMqtTI2yaI/AAAAAAAAAQE/ZL6pnc_inn0/S220/wikubaskoro%40yahoo.co.id_c6150fde.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1800916636126436335.post-6758817743910769878</id><published>2009-12-04T03:42:00.000-08:00</published><updated>2009-12-04T04:04:12.820-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2.0'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mobile'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='engage'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='social media'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='realtime'/><title type='text'>Mobile – Social – Realtime + Engage</title><content type='html'>Apa yang menarik dari perkembangan dunia internet belakangan ini?&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.avc.com/a_vc/2009/10/the-golden-triangle.html"&gt;&lt;br /&gt;Fred Wilson&lt;/a&gt; menulis di situsnya dan menjelaskan bahwa perkembangan internet itu bisa diibaratkan sebuah segitiga emas, yang saling terhubung, berkolaborasi dan saling terkoneksi, tapi saya akan menambahkannya satu lagi dari yang Fred tuliskan, yaitu Engage, yang bisa diartikan sebagai terlibat atau keterlibatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ketiga bagian dari segitiga emas itu akan menjadi Mobile – Social – Realtime + Engage.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internet pada dasarnya adalah sebuah media baru, selain berjuta informasi yang tersebar di seluruh dunia, dalam internet juga terdapat sebuah dunia baru di mana proses kolaborasi dan interaksi adalah nyawa baru dari segala sesuatu yang ada didalamnya. Percakapan, perkenalan, sharing, komentar serta keterikatan dan keterlibatan adalah perilaku yang beredar dan diikuti di internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobile: Dengan adanya iPhone serta telepon genggam canggih lain seperti Blackberry serta ponsel-ponsel Cina yang tidak kalah keren, dunia dalam genggaman kini bukan lagi mimpi, cek email, browsing, chat, social networking, GPS, dan berbagai aplikasi lain kini bisa dinikmati hanya dalam genggaman tangan, dan kesemuanya ada dalam satu device.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Social: Siapa yang tidak mau punya teman? Semua orang berlomba untuk punya paling banyak teman, mencari teman lama, sampai memajang foto terbaru untuk dikomentari oleh teman-teman mereka. Facebook, Twitter dan social apps lain menjadi nafas baru yang memberikan kesegaran pada perilaku manusia modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realtime: krisis media di negara maju, dimana media cetak mengalami kemandekkan pertumbuhan kini semakin luas, meski tidak di semua negara maju, karena negara-negara Eropa terlihat lebih stabil, tapi bisa jadi salah satu pemicu jargon matinya media cetak adalah perkembangan internet, meskipun sebenarnya yang benar-benar membuat membaca berita versi cetak menjadi kurang keren adalah, hasrat manusia itu sendiri yang kini ingin selalu bergerak, dan selalu mendapatkan berita secara akurat dan terlebih real time, ini semua bisa dilakukan oleh internet, Twitter, RSS, semua aplikasi ini memudahkan para penggila berita dan informasi untuk selalu terhubung dan terkoneksi dengan berbagai berita yang mereka inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian yang terakhir: Engage atau terikat dan keterikatan. Dalam dunia internet, akan lebih baik jika blog anda punya pembaca, nilai akan bertambah jika para pembaca itu memberi komentar atas tulisan anda, dan tahap paling penting adalah berdiskusi dengan anda melalui tulisan-tulisan anda. Proses terakhir ini bisa memberikan nilai tambah karena membantu anda dalam membuat komunitas dengan dasar blog yang berarti diri anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kendali kini ada di tangan individu masing-masing, berita apa yang akan dibaca, teman mana yang akan di add, sampai percakapan mana yang ingin diikuti, semuanya ditentukan oleh masing-masing individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya adalah: Mobile – Social – Realtime + Engage dan semua kemajuan teknologi telah ada di depan mata, kini, siapkah kita menjadi pelaku di dalamnya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1800916636126436335-6758817743910769878?l=socialnomic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://socialnomic.blogspot.com/feeds/6758817743910769878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://socialnomic.blogspot.com/2009/12/mobile-social-realtime-engage.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1800916636126436335/posts/default/6758817743910769878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1800916636126436335/posts/default/6758817743910769878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://socialnomic.blogspot.com/2009/12/mobile-social-realtime-engage.html' title='Mobile – Social – Realtime + Engage'/><author><name>wikupedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06147549856382053573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_e2tzPJc2PAM/SrMqtTI2yaI/AAAAAAAAAQE/ZL6pnc_inn0/S220/wikubaskoro%40yahoo.co.id_c6150fde.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1800916636126436335.post-3216855691748000729</id><published>2009-12-02T06:19:00.000-08:00</published><updated>2009-12-02T06:25:28.094-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='social media'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='paranoid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='internet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alasan'/><title type='text'>Beberapa Alasan Mengapa Perusahaan Paranoid Pada Social Media</title><content type='html'>&lt;div class="entry-content"&gt;      &lt;p&gt;Kemajuan internet tidak bisa dihindarkan di belahan dunia manapun termasuk indonesia, tidak hanya jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter yang sedang trend, bertambahnya para pengguna internet, sekitar 30 juta dan banyaknya para ahli web designer serta para blogger adalah faktor pendukung lain.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Twitter bisa jadi contoh yang paling relevan untuk mengetahui betapa besar pengaruh pengguna jejaring sosial Indonesia pada situs global. Para pengguna situs Twitter dari Indonesia, sering kali menjadi ‘penguasa’ di trending topics (salah satu fasilitas yang ada di Twitter yang menunjukkan masalah-masalah utama atau yang paling banyak dibicarakan di Twitter).&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Ketika bom di Jakarta kemarin meledak, lalu gempa tasikmalaya, dan terakhir kehebohan sutradara Joko Anwar yang beraksi telanjang karena janjinya di Twitter harus dipenuhi adalah beberapa dari trend topics dari Indonesia yang menguasai jagad Twitter, sampai-sampai banyak bule atau pengguna internet luar negeri yang bertanya, karena tidak tahu istilah atau nama-nama tempat di Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Tidak hanya jejaring sosial, teknologi internet berbasis 2.0 kini semakin dilirik perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia, baik itu mereka yang membuat situs mereka sendiri atau yang masih menggunakan situs gratisan, semacam Blogspot, WordPress, dll.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Namun di tengah perkembangan internet yang maju ini, perusahaan-persuhaan masih menyimpan banyak ketakutan dalam menggunakan fasilitas social media ini. Beberapa ketakutan itu meliputi:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;membuang waktu karyawan&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;hal negatif akan menghancurkan  image perusahaan&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;kehilangan kontrol atas brand&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;social media tidak benar-benar  gratis&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;takut dituntut atau mengakibatkan  kasus pengadilan&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;ketakutan memberikan data  perusahaan yang akan berakibat pada merosotnya nilai perusahaan&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;menambah biaya pelatihan&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;takut akan kesalahan&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Dunia internet tidak bisa dihindari, cepat atau lambat dunia ini telah mengambil peran yang sangat besar di dunia nyata. Bagi perusahaan yang bergerak dalam dunia modern dan atau yang mempunyai segmen konsumen berada di ses c keatas, sudah selayaknya mulai berpikir dan mendalami tools-tools internet dengan segala kekurangan dan terlebih kelebihannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Meski pengguna internet di Indonesia hanya berapa persen dari total seluruh penduduk Indonesia, namun dibandingkan dengan negara asia lainnya, Indonesia adalah negara kelima pengguna internet terbesar di Asia, dengan penduduk yang sekitar 235 juta jiwa, peluang internet adalah peluang yang tidak bisa diabaikan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Menjadi interner literate atau punah, itu bisa jadi yang mesti direnungkan para pelaku bisnis dan perusahaan di Indonesia, alih-alih membuat daftar kelemahan social media, lebih baik mendalami dan menggali keuntungan dan memperbaiki kelemahannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Salam dunia 2.0….&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: right;"&gt;sumber tulisan &lt;a bitly="BITLY_PROCESSED" href="http://socialmediatoday.com/SMC/126750"&gt;socialmediatoday&lt;/a&gt;&lt;a bitly="BITLY_PROCESSED" href="http://socialmediatoday.com/smc/126750"&gt; &lt;/a&gt;atau &lt;a bitly="BITLY_PROCESSED" href="http://www.whatsnextblog.com/"&gt;whatsnextblog&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;            &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1800916636126436335-3216855691748000729?l=socialnomic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://socialnomic.blogspot.com/feeds/3216855691748000729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://socialnomic.blogspot.com/2009/12/beberapa-alasan-mengapa-perusahaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1800916636126436335/posts/default/3216855691748000729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1800916636126436335/posts/default/3216855691748000729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://socialnomic.blogspot.com/2009/12/beberapa-alasan-mengapa-perusahaan.html' title='Beberapa Alasan Mengapa Perusahaan Paranoid Pada Social Media'/><author><name>wikupedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06147549856382053573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_e2tzPJc2PAM/SrMqtTI2yaI/AAAAAAAAAQE/ZL6pnc_inn0/S220/wikubaskoro%40yahoo.co.id_c6150fde.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1800916636126436335.post-7666854823733193819</id><published>2009-11-28T09:45:00.000-08:00</published><updated>2009-11-28T09:46:07.133-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='new wave marketing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mtv lokal'/><title type='text'>MTV Lokal Sudah 'Habis'?</title><content type='html'>Sabtu 28 November 2009, sebuah artikel berjudul &lt;a bitly="BITLY_PROCESSED" href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/11/28/1953396/mtv.apakah.masih.ada"&gt;'MTV: Apakah Masih Ada?'&lt;/a&gt; Muncul di &lt;a bitly="BITLY_PROCESSED" href="http://www.kompas.com/"&gt;Kompas&lt;/a&gt;, di sebuah kolom berita yang saya suka, yaitu New Wave Marketing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai salah seorang entrepreuner, marketing menjadi sebuah bahasan sentral, apalagi dengan perkembangan internet, prinsip low budget high impact bisa menjadi sebuah frasa baru baru nyawa marketing abad ini, alias new wave tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internet juga yang mendukung marketing dunia musik menjadi lebih frontal, masif dan tentunya menjadi lebih horisontal. Kini bukan hanya &lt;a bitly="BITLY_PROCESSED" href="http://ww.youtube.com/"&gt;YouTube&lt;/a&gt;, tetapi ada juga &lt;a bitly="BITLY_PROCESSED" href="http://www.lastfm.com/"&gt;Last.fm&lt;/a&gt;, &lt;a bitly="BITLY_PROCESSED" href="http://www.ilike.com/"&gt;I Like&lt;/a&gt;, &lt;a bitly="BITLY_PROCESSED" href="http://www.stream8.com/"&gt;Stream 8&lt;/a&gt;, &lt;a bitly="BITLY_PROCESSED" href="http://www.vevo.com/"&gt;Vevo&lt;/a&gt;, &lt;a bitly="BITLY_PROCESSED" href="http://www.myspace.com/"&gt;MySpace&lt;/a&gt;, serta &lt;a bitly="BITLY_PROCESSED" href="http://www.facebook.com/"&gt;Facebook&lt;/a&gt; yang kini mulai dilirik oleh para musisi untuk melakukan streaming serta promo album.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perkembangan internet serta kekuatan situs-situs user generated konten yang sangat powerfull, apakah MTV masih diperlukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akan mengklusterkan MTV hanya di ranah lokal, yaitu Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanskap musik Indonesia beberapa tahun kebelakang memberikan sebuah dilema yang tidak ringan, di satu sisi musik Indonesia menjadi tuan di rumah sendiri, tapi di sisi lain para kritikus dan banyak musisi mempertanyakan kualitas musik itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah itu MTV Indonesia, tetap hadir, tapi dengan durasi yang sangat sebentar, jauh ketika MTV lokal berjaya dan dengan konten juga tidak cult, tidak unik dan tidak menjadi trend setter lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, MTV memang masih punya konser-konser besar yang masif, tapi semua stasiun tv pun punya, bahkan lebih sering dan lebih masif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, pertanyaannya akan bertambah, apakah MTV masih bisa disebut sebagai trend setter?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;New Wave Marketing memberikan sebuah jalur baru bahwa laskap bisnis akan menjadi horisontal. Lanskap bisnis bukan hanya tentang cara pandang konsumen yang kini menjadi kolaboratif, pastisipatif, dan peer to peer minded, tapi dari sisi perusahaan juga harus merubah pola kelesuruhan cara pandang termasuk eksekusi strategi dalam menghadapi new wave ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peranan social media serta seluruh social gear-nya harus dimaksimalkan dalam menjalankan semua aspek-aspek marketing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan menurut saya, peranan pola pikir horisontal itu belum maksimal untuk dilakukan MTV untuk lokal Indonesia. Dengan gempuran dari dua arah yang berbeda, channel tv dan channel internet, saya ragu, apakah MTV Indonesia akan bertahan sebagai salah satu penentu trend musik, fashion dan urban style seperti jaman kejayaannya jaman 90-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan atas pertanyaan "MTV: Apakah Masih Ada?" dalam artikel dengan judul yang sama di &lt;a bitly="BITLY_PROCESSED" href="http://www.markplusconference.com/index.php?page=blogger"&gt;Surfing The New Wave Marketing&lt;/a&gt;, Kompas.com, sambil mengikuti &lt;a bitly="BITLY_PROCESSED" href="http://www.facebook.com/TheMarketeers?v=wall"&gt;persyaratan&lt;/a&gt; untuk sebuah event besar pemasaran Indonegsia bertajuk &lt;a bitly="BITLY_PROCESSED" href="http://www.markplusconference.com/index.php?page=blogger"&gt;Bloggers@MarkPlus Conference 2010&lt;/a&gt;, saya akan menjawab: MTV lokal sudah hampir tidak ada.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1800916636126436335-7666854823733193819?l=socialnomic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://socialnomic.blogspot.com/feeds/7666854823733193819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://socialnomic.blogspot.com/2009/11/mtv-lokal-sudah-habis.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1800916636126436335/posts/default/7666854823733193819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1800916636126436335/posts/default/7666854823733193819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://socialnomic.blogspot.com/2009/11/mtv-lokal-sudah-habis.html' title='MTV Lokal Sudah &apos;Habis&apos;?'/><author><name>wikupedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06147549856382053573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_e2tzPJc2PAM/SrMqtTI2yaI/AAAAAAAAAQE/ZL6pnc_inn0/S220/wikubaskoro%40yahoo.co.id_c6150fde.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1800916636126436335.post-8655737271781766519</id><published>2009-11-27T01:26:00.000-08:00</published><updated>2009-11-27T01:30:12.992-08:00</updated><title type='text'>Menemukan Hal Inti Dari Bisnis dan Pemasaran</title><content type='html'>Setiap hari bisnis baru bermunculan, dengan berbagai jenis bentuk dan segmentasi yang juga bermacam-macam. Tapi ini bukan berarti para pebisnis &lt;i&gt;rookie&lt;/i&gt; atau pemula tidak bisa menemukan kesuksesan dalam bisnis mereka, karena ada banyak cara yang bisa ditempuh untuk keluar dari kerumunan dan bersinar.&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Anda bisa menciptakan logo yang keren, &lt;i&gt;tagline&lt;/i&gt; yang indah atau pun kebalikaan itu semua, sebuah gabungan logo yang sangat &lt;i&gt;out of the box&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;Tapi semua itu tidak akan bisa membuat merek dan bisnis anda keluar dari kerumunan, jika semua pesaing melakukan hal sama, jika saingan anda membuat logo yang sama atau lebih baik dengan tagline yang lebih memikat semua akan percuma dan sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Lalu apa yang sebaiknya dilakukan bagi bisnis kecil atau menengah untuk keluar dari kerumunan persaingan dan bersinar di mata konsumen.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;a bitly="BITLY_PROCESSED" href="http://www.ducttapemarketing.com/"&gt;&lt;i&gt;John jantsch&lt;/i&gt;&lt;/a&gt; dalam bukunya yang berjudul pemasaran &lt;a bitly="BITLY_PROCESSED" href="http://www.ducttapemarketing.com/"&gt;&lt;i&gt;Duch Tape&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;, menjelaskan bahwa sebuah perencanaan pemasaran haruslah menemukan berbagai hal inti. Pemasaran bukan hanya visual logo yang bagus, bukan hanya &lt;i&gt;tagline&lt;/i&gt; yang baik, dan bukan hanya kombinasi yang tepat dari itu semua.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Pemasaran adalah sebuah proses penemuan hal inti. Sesederhana itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Namun, hasil dari penemuan hal inti tidak akan sesederhana konsep. Hasil yang akan didapatkan akan membuat bisnis anda bersinar dan keluar dari kerumunan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Hal inti adalah bagaimana anda menemukan apa yang sebenarnya anda kerjakan dan berikan pada klien anda. Jika anda adalah seorang arsitek maka arsitek seperti apa yang ingin klien anda persepsikan atas diri anda. Apakah arsitek yang tidak tepat waktu atau arsitek yang bisa menjadi sahabat dalam sebuah proyek yang saran-sarannya profesional dan tepat sasaran.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Apakah anda hanya seorang penjual buku biasa atau anda adalah seorang penjual buku terpercaya yang bisa diminta pendapatnya tentang mana buku yang sesuai dengan pembeli anda dan selalu bisa diandalkan untuk menemukan buku yang pas bagi setiap pembeli toko buku anda.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Penemuan akan hal inti tidak hanya akan membuat bisnis anda bersinar tapi ini akan sangat membantu anda dalam proses bisnis itu sendiri dan memenangi persaingan. Jika saingan anda tidak melakukan apa yang semestinya didapatkan oleh klien, jika pesaing anda tidak memberikan pelayanan seperti apa yang diinginkan klien anda, rebut kesempatan itu dan jadilah pemenang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Apa yang diinginkan klien yang tidak dilakukan oleh pesaing anda, itulah hal inti dari bisnis anda. Temukanlah hal inti seperti itu di setiap bisnis anda dan lihatlah, bagaimana hal inti akan membuat bisnis anda bersinar dan jauh lebih bersinar dari para pesaing anda. (W)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1800916636126436335-8655737271781766519?l=socialnomic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://socialnomic.blogspot.com/feeds/8655737271781766519/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://socialnomic.blogspot.com/2009/11/menemukan-hal-inti-dari-bisnis-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1800916636126436335/posts/default/8655737271781766519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1800916636126436335/posts/default/8655737271781766519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://socialnomic.blogspot.com/2009/11/menemukan-hal-inti-dari-bisnis-dan.html' title='Menemukan Hal Inti Dari Bisnis dan Pemasaran'/><author><name>wikupedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06147549856382053573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_e2tzPJc2PAM/SrMqtTI2yaI/AAAAAAAAAQE/ZL6pnc_inn0/S220/wikubaskoro%40yahoo.co.id_c6150fde.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1800916636126436335.post-7286305895045192928</id><published>2009-11-27T00:42:00.001-08:00</published><updated>2009-11-27T00:43:51.467-08:00</updated><title type='text'>Media Hybrid: Sebuah Alternatif Solusi</title><content type='html'>Ketika dunia internet semakin merebak, dan para pemain media cetak global terus berinovasi dengan menerbitkan edisi media mereka dalam format online, maka kini giliran para pelaku media lokal (baca: &lt;a bitly="BITLY_PROCESSED" class="zem_slink" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Indonesia" rel="wikipedia" title="Indonesia"&gt;indonesia&lt;/a&gt;) yang ikut juga untuk mengembangkan versi on-line mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira yang paling fenomenal adalah &lt;a bitly="BITLY_PROCESSED" href="http://kompas.com/"&gt;Kompas.com&lt;/a&gt;, karena situs mereka termasuk lengkap dan menerapkan strategi 2.0 secara maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi pada media lokal kita ini bagi saya mengindikasikan bahwa, ketika internet berkembang menjadi dunia yang semakin besar maka para produsen akan masuk dalam konsep bisnis hybrid yaitu off-line dan on-line.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dilakukan karena karakter pengguna dua media ini bisa jadi sangat terspesialisasi, versi cetak punya karakter sendiri dan versi on-line punya karakter sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau lihat trend global, memang kini industri media cetak sedang empot-empotan, tapi untuk masuk dalam kondisi mati, itu masih bisa diperdebatkan, faktor yang berperan sangatlah banyak, bukan hanya faktor kemajuan teknologi tetapi harga saham, pengiklan, dan karakter perusahaan media global (yang besar kayak raksasa) yang biasanya lambat mengantisipasi pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sebuah artikel di majalah writers digest ada dua ahli yang masing-masing bertahan pada pendapatnya, satu sisi e-paper akan mengambil ‘nyawa’ kertas fisik, di sisi lain kertas fisik tidak bisa digantikan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi ini, penggabungan dua karakter media ini menjadi penting, alih-alih mengkanibalisasi versi cetak, kolaborasi adalah pilihan yang lebih bijak, mengingat kondisi media kita tidak semaju media global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, memang pertarungan ini belum ada pemenang, tapi saya kira, perusahaan yang bisa mengambil celah adalah yang melakukan strategi hybrid (off-line dan on-line).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1800916636126436335-7286305895045192928?l=socialnomic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://socialnomic.blogspot.com/feeds/7286305895045192928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://socialnomic.blogspot.com/2009/11/media-hybrid-sebuah-alternatif-solusi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1800916636126436335/posts/default/7286305895045192928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1800916636126436335/posts/default/7286305895045192928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://socialnomic.blogspot.com/2009/11/media-hybrid-sebuah-alternatif-solusi.html' title='Media Hybrid: Sebuah Alternatif Solusi'/><author><name>wikupedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06147549856382053573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_e2tzPJc2PAM/SrMqtTI2yaI/AAAAAAAAAQE/ZL6pnc_inn0/S220/wikubaskoro%40yahoo.co.id_c6150fde.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1800916636126436335.post-3650451141239676643</id><published>2009-11-25T06:29:00.000-08:00</published><updated>2009-11-27T01:12:54.608-08:00</updated><title type='text'>Membaca Berita di Dunia 2.0</title><content type='html'>Dunia 2.0 semakin mengambil tempat di dunia datar kita, setelah gegap gempita kemenangan Obama yang selalu dikaitkan dengan keberhasilannya memanfaatkan new media dengan cerdas dan konsisten lalu geliat politikus &lt;a class="zem_slink" href="http://www.indonesia.go.id/id/index.php" title="Indonesia" rel="homepage"&gt;Indonesia&lt;/a&gt; yang beramai-ramai masuk di jejaring sosial Facebook, giliran media tanah air yang mulai bergeliat masuk dunai 2.0, dunia dimana interaksi dua arah yang berkutat pada dunia internet/online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika di negara maju, seperti Amerika perdebatan mengenai ketakbertahanan media cetak telah berlangsung lama, kita di Indonesia rasanya baru akan mulai merasakan dampak dari kemajuan internet yang sangat pesat itu. Media 2.0 adalah media yang memanfaatkan internet sebagai sarana penyampaian informasi serta memanfaatkan karakteristik dunia 2.0 yang memaksimalkan interaksi dua arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media baru yang dikenal dengan nama e-paper ini mulai digemari pelaku media nasional. Pada majalah Marketing edisi 12/VIII/Desember 2008 disebutkan setidaknya ada empat media cetak yang mulai merambah dunia internet sebagai bentuk online dari versi cetak mereka. Kontan, &lt;a class="zem_slink" href="http://www.kompas.com/" title="Kompas" rel="homepage"&gt;Kompas&lt;/a&gt;, Tempo, serta Republika adalah media-media cetak yang melakukan strategi koran internet (e-paper) ini. Keberadaan e-paper yang berawal dari versi cetak tentu berbeda dengan media-media yang memang didesain sejak awal untuk diwujudkan dalam bentuk online, seperti detik.com, kapanlagi.com, dan vivanews.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E-paper yang sudah ada di Indonesia biasanya adalah bentuk cetak yang di-online-kan, berita serta tampilan masih sebagian besar sama, secara garis besar belum ada perbedaan yang mencolok atau diferensiasi yang khas. E-paper jenis ini dibuat untuk merangkul konsumen berita modern, eksekutif perkotaan, dan mereka yang melek internet. Sedangkan media versi cetak merangkul konsumen belum melek internet, konsumen “kolot”, dan konsumen yang masih perlu merasakan sentuhan-sentuhan khas produk cetak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini bisa jadi mengindikasikan bahwa media cetak tidak mempunyai pilihan lain dalam era persaingan dengan internet. Untuk mempertahankan dan meluaskan share konsumen, media cetak harus menerbitkan versi online mereka, bukan sebagai strategi khusus, melainkan agar tidak ketinggalan langkah oleh pesaing dan kemajuan teknologi juga agak tidak kehilangan konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang lebih penting sebenarnya akan terjadi pada masa-masa selanjutnya. Kerena jika diteliti lebih lanjut, konsumen cetak dan konsumen online bisa dibedakan secara jelas, dan tentu keduanya bisa dilayani dengan pemberian value yang khas dan spesifik bagi kedua jenis konsumen itu. Bisa jadi versi cetak tidak memuat beberapa fitur khusus dari e-paper, begitu juga sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhasan fitur dari dua jenis aktualisasi media serta penekanan pada konten akan mejadi kunci utama keberhasialan e-paper, ini juga bisa menjadi strategi agar e-paper tidak menganibalisasi versi cetaknya, mengingat karakter konsumennya pun yang juga beda. Apalagi penggunaan teknologi yang mendukung e-paper yang juga masih belum maksimal. Industri internet di Indonesia baru berkembang, industri dan pengembangan teknologi yang mendukung juga masih terus berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan yang bisa dimasimalkan e-paper adalah jenis produknya yang ramah lingkungan setidaknya tidak menggunakan kertas sebagai bahan dasar media jenis ini. Pembangunan citra merek yang positif dan mendukung isu global mengenai pemanasan bumi bisa dimaksimalkan dalam masa transisi dan pengenalan produk e-paper ini, setidaknya sampai konsumen pengguna media cetak dan online bisa terseleksi dan terpetakan dengan jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan internet di Indonesia memang cukup menggembirakan, walaupun koneksi di sini masih tergolong payah, pengguna &lt;a class="zem_slink" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Social_network_service" title="Social network service" rel="wikipedia"&gt;social networking&lt;/a&gt; yang semakin bertambah serta budaya internet yang mulai menjadi gaya hidup, terutama generasi muda bisa menjadi pasar sangat menjanjikan. Belum lagi kondisi krisis dunia yang bisa jadi malah membuka peluang bagi para biro iklan yang berkonsentrasi pada media online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengiklan modern akan tertarik dengan media jenis online ini, apalagi jika penawaran harga bisa menjadi satu paket dengan versi cetak. Belum lagi beberapa bisnis yang memang fokus pada konsumen di segmen online, akan memilih media online sebagai sarana promo karena lebih tersegmentasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Era baru dunia pemasaran sedang berkembang, komunitas yang menjadi sasaran utama pemasar menjadi sangat penting dan bernilai bagi perusahaan. Media internet memudahkan interaksi dan segmentasi iklan pada komunitas. Ini adalah nilai lebih yang sangat bisa dikembangkan dan menjadi nilai tambah yang dipunyai e-paper. Interaksi menjadi penting karena di sana perusahaan pengiklan bisa menjangkau secara langsung konsumen mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia jurnalisme pun semakin berkembang, jurnalisme warga lalu pertambahan blogger, ikut juga membantu perkembangan jurnalisme online. Meskipun perkembangan ini memberikan dampak negatif, namun sisi positifnya juga bisa dimanfaatkan demi kemajuan media yang ikut juga terkena dampak krisis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan teknologi, sejatinya memang digunakan untuk kemajuan manusia, begitu juga pekembangan media cetak ke versi online, sudah seharusnya memberi dampak yang signifikan pada konsumen media. E-paper tentu tidak bisa menggantikan seratus persen versi cetak, ada beberapa hal khas yang ada di versi cetak yang tidak bisa digantikan oleh versi online. Kesemuanya harus didesain untuk saling mendukung. Setiap segmen komsumen punya selera masing-masing yang khas, alih-alih menganibalisasi satu produk dengan produk yang lain, e-paper dan media versi cetak akan bisa lebih berkembang jika saling mendukung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat membaca berita di dunia 2.0.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis, salah seorang pemilik LawangBuku distributor serta koordinator klab di Tobucil &amp;amp; Klabs Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan dimuat di koran &lt;a class="zem_slink" href="http://www.pikiran-rakyat.co.id/" title="Pikiran Rakyat" rel="homepage"&gt;Pikiran Rakyat&lt;/a&gt;, Sabtu 03 Januari 2008 (&lt;a href="http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&amp;amp;id=50941"&gt;link artikel&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-top: 10px; height: 15px;" class="zemanta-pixie"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="zem-script more-related pretty-attribution"&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://static.zemanta.com/readside/loader.js" defer="defer"&gt;&lt;/script&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1800916636126436335-3650451141239676643?l=socialnomic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://socialnomic.blogspot.com/feeds/3650451141239676643/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://socialnomic.blogspot.com/2009/11/membaca-berita-di-dunia-20.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1800916636126436335/posts/default/3650451141239676643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1800916636126436335/posts/default/3650451141239676643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://socialnomic.blogspot.com/2009/11/membaca-berita-di-dunia-20.html' title='Membaca Berita di Dunia 2.0'/><author><name>wikupedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06147549856382053573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_e2tzPJc2PAM/SrMqtTI2yaI/AAAAAAAAAQE/ZL6pnc_inn0/S220/wikubaskoro%40yahoo.co.id_c6150fde.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1800916636126436335.post-2879591657774684847</id><published>2009-01-10T08:44:00.000-08:00</published><updated>2010-01-09T00:18:58.735-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mikro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemasaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menengah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='usaha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='klasik'/><title type='text'>Pemasaran Klasik Untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah</title><content type='html'>Sejak jaman dulu, pebisnis terus tumbuh di lingkungan ekonomi di tiap negara, entah ketika perekonomian sedang bergerak turun, maupun naik, para manusia pebisnis akan terus bermunculan, ada yang bertahan ada yang berganti profesi atau merubah genre bisnis mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang pasti, para pebisnis akan selalu mengisi ruang perekonomian di tiap negara, termasuk juga Indonesia. Pertumbuhan para pelalu bisnis kadang kala tumbuh pesat ketika ekonomi turun atau bahkan pada masa krisis, ketika jenis pekerjaan kantoran atau bekerja ke pihak lain memberi ketidakpastian status dan skala ekonomi, maka orang akan cenderung akan berbisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stigma berbisnis menimbulkan ketidakpastian penghasilan kini sudah berubah, bisnis menjadi sebuah kepastian baru ditengah hantu PHK serta sistem penggajian yang tidak sama bagi setiap orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak bisnis rumahan, bisnis berskala besar, serta menengah bermunculan. untuk bisnis rumahan, gejalanya bisa terlihat di perumahan-perumahan kini bermunculan toko kecil, rumah makan, semi franchise bisnis, laundry kiloan, cuci motor dan berbagai bisnis skalan menengah yang begitu booming.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan banyaknya bermunculan bisnis baru ini, sudah selayaknya para pelaku bisnis juga belajar bagaimana mengelola bisnis secara modern. Berbisnis secara klasik memang tidak salah, malahan bagi beberapa tipe bisnis pendekatan klasik justru akan memberikan imbal balik yang cukup baik. Tetapi bagi sebagaian besar tipe bisnis, pendekatan bisnis modern akan memberikan imbal balik yang berkali-lipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sederhana sebelum memulai bisnis, pekerjaan yang sebaiknya dilakukan adalah riset. Riset ini bisa menggunakan beberapa alat bantu, saya akan mencoba menjelaskan secara sederhana 2 alat bantu yang populer dan menjadi dasar dalam memulai bisnis, terutama menjadi dasar dalam rangka pemasaran bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : STP -Segmentation-Targeting-Positioning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: 4P -Product-Price-Place-Promotion&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sederhana STP adalah tools yang digunakan untuk menguraikan mengenai data pangsa pasar mana yang akan dimasuki dalam berbisnis, memilih pangsa pasar tertentu agar fokus bisa dimaksimalkan, serta memposisikan dalam benak konsumen tentang apa, siapa, dan bagaimana perusahaan memberi pelayanannya pada kosumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan 4P adalah tools yang sering juga disebut marketing mix, ini digunakan untuk melalui data tentang produk apa saja yang akan dibuat, proses pemberian harga pada produk yang dihasilkan perusahaan, dimana produk itu akan dijual serta bagaimana proses serta data promosi yang akan dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia pemasaran modern memang telah memberikan proses pembaruan atas istilah serta tools-tools yang digunakan, seperti kini bukan lagi 4P namun telah bertambah P selanjutnya yaitu people, serta P lainnya, serta dunia internet yang memberikan pengaruh atas konsep STP dan 4P ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi konsep pemasaran klasik ini tetap menjadi dasar atas perkembangan pemasaran yang manapun, semua akan berangkat dari konsep-konsep pemasaran ini, dan terlebih untuk para pebisnis, pengusaha serta perusahaan baru, konsep pemasaran klasik ini adalah pijakan dasar yang nantinya bisa dikembangkan menjadi tools pemasaran modern yang lebih berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan selanjutnya saya akan memahas lebih detail lagi tentang STP dan 4P ini, terutama untuk bisnis mikro, kecil dan menengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berbisnis !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1800916636126436335-2879591657774684847?l=socialnomic.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://socialnomic.blogspot.com/feeds/2879591657774684847/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://socialnomic.blogspot.com/2009/01/pemasaran-klasik-untuk-usaha-mikro.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1800916636126436335/posts/default/2879591657774684847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1800916636126436335/posts/default/2879591657774684847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://socialnomic.blogspot.com/2009/01/pemasaran-klasik-untuk-usaha-mikro.html' title='Pemasaran Klasik Untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah'/><author><name>wikupedia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06147549856382053573</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_e2tzPJc2PAM/SrMqtTI2yaI/AAAAAAAAAQE/ZL6pnc_inn0/S220/wikubaskoro%40yahoo.co.id_c6150fde.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
